Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Memaknai Dampak Kenaikan Harga BBM Lewat Senandung Iwan Fals

- Apahabar.com     Senin, 5 September 2022 - 15:15 WITA

Memaknai Dampak Kenaikan Harga BBM Lewat Senandung Iwan Fals

Iwan Fals (Foto: Istimewa)

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak per Sabtu (3/9/2022). Pemerintah berdalih harga BBM bersubsidi mengalami kenaikan lantaran anggaran subsidi BBM membengkak.

Keputusan ini tak ubahnya menuai kritik dari berbagai kalangan, salah satunya Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat, Irwan. Wasekjen Partai Demokrat itu mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM karena dinilai membuat rakyat makin melarat.

“Kenaikan harga BBM ini adalah bentuk abai dan tidak pedulinya pemerintah terhadap derita dan kesusahan rakyat saat ini. Pemerintah lebih memilih menambah masalah rakyat dibanding memenuhi amanat untuk menyejahterakan rakyat,” ujarnya, dikutip dari detik.com, Senin (5/9).

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto. Menurutnya, lonjakan harga BBM ini menunjukkan bahwa pemerintah tak mendengar suara dan masukan dari rakyat.

Orang Pintar Tarik Subsidi, Bayi Kurang Gizi

Deja vu. Barangkali itu kata yang tepat untuk merawikan kondisi saat ini dengan situasi yang terabadikan dalam senandung Galang Rambu Anarki. Sekira empat dasawarsa silam, musisi kenamaan Tanah Air, Iwan Fals, melancarkan kritik kepada Pemerintahan Soeharto lantaran mencabut subsidi BBM.

“BBM naik tinggi. Susu tak terbeli. Orang pintar tarik subsidi. Mungkin bayi kurang gizi.” Begitu katanya, seraya meminta maaf kepada sang buah hati manakala tak mampu membeli susu yang harganya ikut melonjak bersamaan dengan membumbungnya BBM.

Putra pertama dari musisi bernama asli Virgiawan Listanto itu memang lahir bertepatan dengan momen kenaikan harga BBM. Tiga hari selepas kelahiran Galang Rambu Anarki, tepatnya pada 4 Januari 1982, BBM naik lebih dari 50 persen.

Masyarakat dibuat kelimpungan dengan kebijakan tersebut, menderita sedemikian rupa akibat keputusan yang tiba-tiba. Iwan Fals paham betul penderitaan rakyat kala itu. Sampai saat ini, masterpiece ciptaannya itu masih relevan: mengalun di telinga rakyat, sembari meratapi nasib sebagai orang kecil.

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

kuku sehat honestdoc

Relax

Gejala Penyakit Ini Bakal Kirim Signal Lewat Kuku

Relax

Bikin Mewek, Video Musik ‘Dunia Tipu-Tipu’ Yura Yunita Trending!

Relax

Kaesang Pangarep Siap Pinang Erina Gudono Desember 2022?

Relax

Komika Marshel Widianto Gombalin Bule di Paris, Sukses Bikin Salting!

Relax

Hanny Kristianto Bantah Sebut Larissa Chou & Rio Haryanto Akan Menikah!

Relax

Film Kukira Kau Rumah Raih Rekor MURI, Ini Kunci Kesuksesan Versi Prilly Latuconsina
Sandal Jepit

Relax

UPDATE: Hubungan Pasutri yang Dulu Nikah Mahar Sandal Jepit-Air Putih

Relax

Disebut Gundik Tak Berkentut, Begini Sejarah Unik Bantal Guling Bermula
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com