Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5

Menolak Perempuan Dianggap Perhiasan, Polwan Jeanne Mandagi Buktikan Jadi Jenderal Pertama di Indonesia

- Apahabar.com     Kamis, 1 September 2022 - 17:23 WITA

Menolak Perempuan Dianggap Perhiasan, Polwan Jeanne Mandagi Buktikan Jadi Jenderal Pertama di Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Tepat di hari ini, Kamis (1/9/2022), jajaran polisi wanita (polwan) di Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-74. Jalan panjang mereka bermula pada 1948 lalu, tatkala pihak kepolisian merasa kesulitan memeriksa fisik korban, tersangka, atau saksi wanita.

Layaknya lelaki, para srikandi dalam jajaran Polri juga diberi kesempatan sama untuk mengembangkan karier. Polwan bisa menjadi kapolsek dan kapolres, bahkan sampai menyandang pangkat jenderal polisi.

Jeanne Mandagi telah membuktikan hal tersebut. Wanita kelahiran Manado, 2 April 1937 ini berhasil menjadi polwan berpangkat jenderal pertama di Indonesia. Dia bahkan menegaskan, bahwasanya polwan mesti menjadi sosok yang sejajar dengan polisi pria.

“Jangan cuma menjadi bunga penghias ruangan kerja saja,” tegasnya dalam wawancara di RRI Purwokerto pada 1994 silam.

Polwan Bergelar Sarjana Hukum

Perjalanan Jeanne untuk mengukir namanya dalam sejarah kepolisian Indonesia tentu tak instan. Sebelum mengenyam pendidikan kepolisian, dia bersekolah di SD dan SMP binaan biarawati Katolik di Manado.

Memasuki jenjang sekolah menengah atas, barulah Jeanne pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di SMA Santa Ursula. Selepas itu, dia resmi menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Gelar Sarjana Hukum pun berhasil dia peroleh pada 1963.

Dari sinilah, Jeanne memutuskan untuk masuk polisi dan diangkat menjadi polwan sejak 1 Desember 1965. Setahun setelahnya, meski telah menjadi abdi negara, dia melanjutkan pendidikan dengan mengikuti Kursus Peradilan Militer.

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Baru Datang, Dua Truk Tabloid Indonesia Barokah Disortir Bawaslu Banjarbaru
Kantor Bappelitbangda

Tak Berkategori

Kebakaran di Kantor Bappelitbangda HSS, Seorang Relawan Meninggal
apahabar.com

Tak Berkategori

Via Vallen Rilis ‘How You Like That’ Blackpink versi Koplo
Rakornas

Tak Berkategori

Ikuti Rakornas, Pemkab HSS Siap Edukasi Masyarakat Kendalikan Kahurtla
apahabar.com

Tak Berkategori

Kenapa Busi Standar Tidak Boleh Dimodifikasi? Berikut Alasannya

Tak Berkategori

Antisipasi Pemudik, Petugas Gabungan di Tabalong Bangun Pos Penyekatan
apahabar.com

Tak Berkategori

Januari hingga April, Kanim Batulicin Terbitkan 366 Paspor CJH
apahabar.com

Tak Berkategori

33 Persen Arus Mudik Natal Arah Cikampek Lewati Tol Layang Japek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com