Rodney Goncalves; Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama

Pengamat Anggap Jokowi Maju Sebagai Cawapres Melanggar Etika: Ketagihan Nyalon

- Apahabar.com     Jumat, 16 September 2022 - 10:00 WITA

Pengamat Anggap Jokowi Maju Sebagai Cawapres Melanggar Etika: Ketagihan Nyalon

apahabar.com, JAKARTA – wacana masa jabatan presiden tiga periode belakangan menjadi isu hangat. Tentu saja, menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat.

Namun, saat ini bukan kembali menjadi Presiden melainkan Jokowi digadang akan maju sebagai Calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Waketum Partai Gerindra Habiburokhman menilai itu memungkinkan terjadi berdasarkan konstitusi.

“Ya kalau kemungkinan ya ada saja, Secara konstitusi kan dipertegas oleh Mahkamah Konstitusi (MK).tanpa putusan MK kan sudah jelas bisa,” kata Habiburokhman.

Sementara itu, Direktur eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menegaskan bahwa Jokowi tidak bisa maju sebagai Cawapres. “Jokowi tidak bisa mencalonkan diri sebagai cawapres menurut saya,” tegas Ray sapaannya kepada apahabar.com di Jakarta, Jumat (16/9).

Dirinya paham betul Mengenai peraturan presiden dua periode mencalonkan diri sebagai cawapres tidak diatur secara explisit dalam UUD, yang artinya secara normatif, Presiden kembali maju sebagai cawapres memang diperbolehkan.

Di luar peraturan tersebut, pengamat politik UIN itu memiliki alasan lain mengapa dirinya mengatakan Jokowi tidak bisa mencalonkan diri sebagai Cawapres karena.

“Itu melanggar etika dalam berdemokrasi, ya sebetulnya secara etik sudah tidak mungkin, meski sudah ada yang mengatakan diperbolehkan sacara aturan ya, aturan itu di bawah etik, jadi kalau etik sudah tak boleh ya selesai,” lanjut Ray.

Jadi jika Jokowi atau bahkan masyarakat nekat mencalonkan untuk maju tiga periode, dengan yang ketiga sebagai cawapres maka secara lansung bangsa kita kehilangan bagian penting dari demokrasi, yaitu etika.

“Orang kalau sudah dua kali menjabat sebagai presiden terus ketagihan nyalon jadi cawapres, dimana etikanya?,” tegasnya.

Mengingat dalam membuat sebuah peraturan harus berdasar pada etika, hal itu menjadi penting untuk dipertimbangkan.

“Jadi salah satu dasar penyusunan konstitusi adalah etika, Jadi secara ga langsung kalau etikanya dilanggar berarti konstitusinya juga dilanggar. Meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit di dalam konstitusi,” tutupnya. (Leni) 

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Temuan Ombudsman: Minyak Goreng Langka, Termasuk di Kalsel

News

Heboh Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Jadi Tersangka Korupsi di BUMN
Booster

News

9,8 Juta Dosis Vaksinasi Booster di Indonesia Sudah Disuntikkan
otopsi

News

Makam Brigadir J Siap Dibongkar Demi Otopsi Ulang, Seperti Apa Prosesnya?
Swiss

News

Dewan Pers Imbau Media Patuh Kode Etik di Pemberitaan Eril
odong-odong

News

Odong-odong Dilarang Wara-Wiri di Jalan Raya, Melanggar Siap Dihukum

News

Pemilu 2024 PSI Targetkan Perolehan Suara 7 Persen
Edy Mulyadi. Foto-Net.

News

Kasus Kalimantan Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Hanya Divonis 7 Bulan Bui
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com