Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Pengamat: Dualisme Kepemimpinan, Bisa Sebabkan PPP tidak Lolos ke Senayan

- Apahabar.com     Senin, 12 September 2022 - 20:34 WITA

Pengamat: Dualisme Kepemimpinan, Bisa Sebabkan PPP tidak Lolos ke Senayan

Pengamat Politik, Ujang Komarudin. (Foto: Fb/@Raden Ujang Komarudin).

apahabar.com, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengalami dualisme kepemimpinan. Pengamat politik, Ujang Komarudin menyatakan konflik tersebut bisa menyebabkan PPP tidak lolos ke Senayan.

Ujang mengungkapkan, kedua kubu tersebut harus melakukan konsolidasi untuk menyelesaikan konflik itu.

Penyelesaian konflik melalui jalur hukum, dinilai akan lebih menghabiskan banyak energi.

Proses hukum itu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga, sementara Pemilu 2024 sudah semakin dekat.

“Ketidak kompakan akan menjadi malapetaka yang akan berpengaruh pada elektabilitas,” ujar Ujang saat dihubungi apahabar.com melalui telepon.

Elektabilitas partai akan menurun dan akan berakhir dengan tidak lolosnya partai ke Senayan.

Partai yang akan berkompetisi pada Pemilu 2024, seharusnya memiliki ikatan yang solid.

Berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1 September, menjelaskan PPP diprediksi tidak lolos ke parlemen.

Dalam surveinya dipaparkan bahwa PPP hanya memperoleh angka 2,7 persen di Pemilu 2024.

Sedangkan untuk dapat lolos ke Senayan, partai harus menyentuh ambang batas parlemen (parliamentary threshold), di angka 4 persen.

Ujang mengatakan, PPP harus belajar dari konflik Partai Hanura. Konflik Partai Hanura, membuat Partai Hanura tidak lolos ke Senayan pada Pemilu 2019.

“Seharusnya, PPP bisa belajar dari konflik tersebut, supaya bisa tetap eksis dan tetap lolos di senayan,” ujar Ujang.

Kasus dualisme di PPP, diawali oleh hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), PPP di Serang Banten pada 5 September 2022.

Mukernas PPP memberhentikan Ketua Umum (Ketum) PPP, Suharso Monoarfa.

Keputusan tersebut diambil oleh Tiga Pemimpin Majelis, yaitu Majelis Syariah, Majelis Kehormatan dan Majelis Pertimbangan.

Ketiganya kemudian mengirimkan surat kepada Suharso, terkait keputusan yang dibuat.

Kemudian, pada 6 September 2022, dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) PPP, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional tersebut meresponnya.

Saat itu Suharso menyatakan, bahwa dirinya masih menjabat sebagai Ketum PPP.
(Gabid)

Editor: M Subhan Saka - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ratu Elizabeth II

News

Kesehatan Memburuk, Ini Riwayat Penyakit Ratu Elizabeth
Polres Tabalong

News

Membanggakan, Polres Tabalong Raih Penghargaan Presisi Award dari Lemkapi
Jerinx

News

Sudah Minta Maaf, Jerinx SID Tetap Divonis Penjara

News

Pesan Jokowi Saat Salat Id di Istiqlal: Tebar Kebaikan Sebanyak-banyaknya
Ilustrasi, Jet tempur F-35 milik Amerika Serikat. Foto-Net. Foto-

News

Disebut Pungut Puing Jet Tempur F-35, China: Kami Tidak Tertarik
Gunung Sakurajima Erupsi

News

Gunung Sakurajima Erupsi, KBRI Tokyo Imbau WNI Waspadai Letusan Susulan

Nasional

Tak Pernah Kabur, Mardani Ziarah Wali Songo: Menguatkan Diri Hadapi Masalah
Harga Emas

News

Harga Emas Hari Ini Naik, Rp973 per Gram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com