Viral Keributan Suporter Futsal Antar Pelajar di Banjarbaru, Polisi Turun Tangan Rodney Goncalves; Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan

Perubahan Iklim Mengancam Kawasan Pantura, Kemenko Marves Dorong Mitigasi Kawasan Pesisir

Perubahan iklim memberikan dampak banjir rob dan penurunan muka tanah di kawasan Pantura.
- Apahabar.com     Jumat, 23 September 2022 - 20:02 WITA

Perubahan Iklim Mengancam Kawasan Pantura, Kemenko Marves Dorong Mitigasi Kawasan Pesisir

Foto: ogindonesia.com

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah kawasaan di Jalur Pantai Utara mengalami banjir rob dan penurunan muka tanah. Kondisi tersebut disebabkan oleh tingginya tekanan iklim di kawasan tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti mengatakan rob dan penurunan muka tanah akibat dari krisis perubahan iklim.

“Memang kita tahu Indonesia ini sebagai negara kepulauan dampaknya pasti akan terasa untuk dibeberapa wilayah untuk dampak dari perubahan iklim ini ya salah satunya misalnya rob atau sea level rise,” kata Nani dalam siaran daring di kanal YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Jumat (23/9).

Ia mengatakan kawasan pesisir yang terdampak perlu dilakukan upaya mitigasi terkait dengan ketahanan pesisir. Salah satunya dengan program mangrove yang harapannya bisa membantu dalam konteks mitigasi dan adaptasi.

Selain mitigasi dalam konteks perubahan iklim, adaptasi juga sangat penting bagi Indonesia terutama di wilayah-wilayah pesisir yang sudah digaris bawahi oleh pemerintah.

Perubahan iklim  kita bisa melihat memang memberikan dampak atau resiko besar,” terangnya.

Dampak besar yang dimaksud seperti terkait dengan keamanan, pangan, energi dan juga air. Termasuk berkaitan dengan sektor kesehatan dan pembangunan ekonomi.

Saat ini, kata Nani, Indonesia sedang serius menyusun rencana dalam konteks membangun untuk transisi energi. Salah satunya melalui Peraturan Presiden mengenai percepatan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

“Ini juga semua bekerja pararel karena kita mengaitkan energi transisi ini dengan dua hal besar yang pertama terkait dengan iklimnya lalu yang dampaknya kepada pengurangan emisi ya energi transisi,” pungkasnya.

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Pelat Nomor Putih Berlaku Mulai Juni 2022, Prioritas Untuk Kendaraan Jenis Ini
Tilang Elektronik Banjarmasin

News

Cerita Khairatun Terima ‘Surat Cinta’ dari Polda Kalsel: Gegara Marka Merah

News

Sim Salabim, Presiden Jokowi Jadi Pesulap Dadakan di Hari Anak Nasional
PMII

News

Esok! PMII Demo Istana Terkait Kenaikan BBM, Suarakan Empat Tuntutan
Kalsel

News

Cuaca Hari Ini: Pesisir-Hulu Sungai Kalsel Hujan

News

Sertu Eka dan Istri Dibunuh OTK di Papua, Jari Anaknya Putus
Bulutangkis

News

8 Wakil Indonesia di Perempat Final Singapore Open 2022, Berikut Daftarnya

News

Hasil Sidang Etik, AKP Dyah Dimutasi Selama Satu Tahun: Tak Profesional Kelola Senpi Dinas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com