Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Respons Adaro soal DBS Setop Pendanaan Proyek Batu Bara

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) angkat bicara soal bank markas Singapura (DBS) yang menyetop pendanaan kepada perusahaan batu bara.
- Apahabar.com     Kamis, 8 September 2022 - 12:15 WITA

Respons Adaro soal DBS Setop Pendanaan Proyek Batu Bara

Izin tambang Adaro resmi diperpanjang hingga 1 Oktober 2032 mendatang. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) angkat bicara soal bank markas Singapura (DBS) yang menyetop pendanaan kepada perusahaan batu bara.

Kepala Komunikasi Perusahaan Adaro, Febriati Nadira, menghormati keputusan tersebut.

Dia mengaku saat ini tidak ambil pusing terkait keputusan DBS karena perusahaan sedang tidak memerlukan kebutuhan pembiayaan dalam waktu dekat.

“Well noted on their decision. Saat ini, Adaro Indonesia tidak memiliki kebutuhan pembiayaan segera,” ucap Febriati seperti dilansir CNN Indonesia, Kamis (8/9) siang.

Menurutnya, jikapun suatu saat Adaro membutuhkan pembiayaan, pihaknya akan memanfaatkan dana yang tersedia baik dari utang atau ekuitas.

“Ketika kebutuhan muncul, kami akan mengeksplorasi dan mengevaluasi opsi pendanaan yang tersedia baik dari pasar utang atau ekuitas,” kata Febriati.

Sebelumnya, DBS hengkang dari pendanaan Adaro buntut masalah perubahan iklim.

Keputusan DBS menyusul langkah Standard Chartered yang sudah lebih dulu menghentikan pendanaan ke perusahaan tersebut.

Juru bicara DBS menyatakan pihaknya tidak berniat untuk memperbarui pendanaan jika perusahaan tersebut masih didominasi batu bara termal.

“Eksposur kami di anak perusahaan Adaro yang terlibat di sektor batu bara termal akan berkurang secara signifikan pada akhir 2022. Kami tidak ada niat untuk memperbarui pendanaan jika entitas bisnis tersebut masih didominasi batu bara termal,” tutur juru bicara DBS dalam keterangan resmi.

DBS berkomitmen untuk mengurangi eksposur batu bara hingga nol pada 2039. Menurut DBS, batu bara merupakan industri yang akan hilang di masa depan (sunset). Hal itu yang mendorong investor meninggalkan perusahaan batu bara.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Prof Ova Emilia

News

Sah! Ova Emelia Terpilih Jadi Rektor UGM Periode 2022-2027
LaNyalla

News

La Nyalla Mattalitti Minta BK Berhentikan Fadel Muhammad

News

Tolak Kenaikan Harga BBM dan Omnibus Law, Buruh Akan Demo Awal September
Komisaris

News

Gas Pol Presiden Jokowi, Belasan Jalan Tol Siap Diresmikan Tahun Ini
Listrik VA

News

Tarif Listrik 5 Golongan Pelanggan Resmi Naik Hari Ini
Kane Tanaka

News

Kane Tanaka, Orang Tertua di Dunia Tutup Usia

Nasional

Jelang Sidang Putusan Praperadilan, Kuasa Hukum Minta KPK Tunggu Tak Lebih Dari 24 Jam

News

Startup Baru Masih Memiliki Peluang di Tengah Adanya Superapps
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com