Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao

Ribuan Kelas di Banjarmasin Rusak-Rusak, Pemkot Angkat Tangan!

- Apahabar.com     Minggu, 11 September 2022 - 22:33 WITA

Ribuan Kelas di Banjarmasin Rusak-Rusak, Pemkot Angkat Tangan!

Sejumlah siswa SD di Banjarmasin mengikuti proses belajar di ruang kelas dengan kondisi plafon yang jebol. apahabar.com/Bahaudin

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebanyak 1.349 ruang kelas di Kota Banjarmasin rusak-rusak. Pemerintah daerah kekurangan dana untuk melakukan perbaikan.

Selain bangunan yang sudah berumur, minimnya anggaran perawatan memperparah kondisi kerusakan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Nuryadi sedianya sudah meminta bantuan alokasi dana khusus (DAK) ke pemerintah pusat.

Anggaran yang diperjuangkan nilainya mencapai Rp55 miliar. Namun hingga kini tak terdengar lagi apa jawaban dari pusat.

“Apakah itu bisa dikabulkan atau bagaimana dilihat lagi nanti,” ujar Nuryadi, Ahad (11/9).

Tahun lalu, Pemkot Banjarmasin sebenarnya telah memperoleh DAK sekitar Rp2,3 miliar. Namun hitung-hitungan Disdik, jumlah tersebut jauh dari cukup.

Atap Sekolah SDN Kelayan Banjarmasin Bocor, Kadisdik Banjarmasin Akui Sudah Melakukan Pemantauan

Guna memperbaiki ribuan kelas di sekolah yang tersebar di penjuru Banjarmasin itu, Disdik butuh setidaknya Rp493 miliar.

“Dalam rombel [rombongan belajar] itu terhitung, kalau sekolahnya bertingkat biayanya Rp400 juta. Kalau satu tingkat saja Rp350 juta,” tekannya.

Klasifikasinya, kelas rusak ringan mencakup 30 persen total kerusakan ruangan. Seperti kerusakan atap, plafon dan lantai. Sementara jika sudah mencapai 50 persen, maka digolongkan rusak berat.

“Misal, penurunan fungsi ruangan, itu tidak bisa diapa-apakan, itulah dinamakan rusak ringan,” ucapnya.

Sebagai gambaran, perbaikan ruang kelas pada kategori rusak ringan cukup melalui bantuan operasional sekolah (BOS). Asal, sesuai petunjuk teknis (juknis) pemerintah. “Kalau rusak berat tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah,” ucapnya.

Ya pemerintah pusat memang berkewajiban ikut turun tangan membenahi ruang belajar yang rusak. “Maka itu kami minta, kalau tidak ‘kan sayang, lain halnya Pemda sudah mencukupi, sekolahnya bagus semua,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

minyak goreng curah banjarmasin

Hot Borneo

Lebih Terjangkau, Warga Banjarmasin Ramai Buru Minyak Goreng Curah

Hot Borneo

IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
Banjir Hulu Banyu

Hot Borneo

Hujan Deras, Desa Hulu Banyu HSS Mulai Terendam
Tenggelam

Hot Borneo

Sedang Dalam Pencarian, Seorang Remaja Tenggelam di Siring Kodim Marabahan
Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan

Hot Borneo

Hasil Labfor Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan Belum Keluar, Begini Penjelasan Polda Kaltim
Pengalihan Jalan Kotabaru

Hot Borneo

Pengalihan Arus Jalan Brigjen H Hasan Basri Menuai Protes, Begini Penjelasan Dishub Kotabaru
BPK Banjarmasin

Hot Borneo

Kecelakaan BPK Terulang Lagi, Perda Damkar Banjarmasin Lamban!

Hot Borneo

Curi Velg Mobil, Warga Wayau Tabalong Diringkus Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com