Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Sambut Hari Tani, Buruh dan Petani Bakal Geruduk Istana Negara

mengingat kondisi petani Indonesia masih sangat memprihatinkan. Dan minta agar tidak ada kriminalisasi lagi terhadap para petani.
- Apahabar.com     Kamis, 22 September 2022 - 17:17 WITA

Sambut Hari Tani, Buruh dan Petani Bakal Geruduk Istana Negara

Demo buruh dan petani (petani/antarafoto)

apahabar.com, JAKARTA – Partai buruh bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) akan menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta dengan melayangkan tiga tuntutan. Aksi tersebut bertujuan menjadi refleksi untuk menyambut Hari Tani Nasional (HTN) pada pada Sabtu (24/9).

Aksi unjuk rasa tersebut digelar mengingat kondisi petani Indonesia masih sangat memprihatinkan. Dan minta agar tidak ada kriminalisasi lagi terhadap para petani.

Mengenai tuntutan yang akan dilayangkan, Sekretaris Umum SPI Agus Ruli Ardiansyah memaparkan ada tiga hal. Pertama, mendesak desakan agar pemerintah mempercepat pelaksanaan reforma agraria.

Pemerintah harus berkomitmen terhadap penguatan kebijakan reforma agraria. Terutama, landasan hukum mengenai pelaksanaan reforma agraria harus diperkuat.

“Yakni merevisi berbagai kelemahan Perpres No. 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, dan diperbarui ke dalam bentuk peraturan pemerintah bukan presiden,” kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/9).

Apalagi, perlu dibentuk wadah yang lebih mumpuni dan utuh dalam hal penyelesaian konflik agraria. Sebagai kelanjutan dari Tim PPKA-PKRA.

Menolak UU Ciptaker

Tuntutan selanjutnya yaitu menolak UU Ciptakerja, Implikasi dari Putusan MK tentang Uji Formil UU Cipta Kerja mengharuskan pemerintah tidak mengambil tindakan atau kebijakan strategis yang berdampak luas.

Termasuk menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja. “Lebih dari itu, pemerintah harus melakukan perubahan menyeluruh dan substansial terhadap UU Cipta Kerja, mengacu pada pokok-pokok argumentasi penggugat di MK,” lanjut Agus.

Pemerintah harus membatalkan peraturan atau undang-undang yang tidak berpihak petani, Salah satunya adalah UU P3H.
Peraturan tersebut selama ini menjadi legitimasi dan legalitas untuk mengriminalisasi petani dan orang-orang yang bekerja di perdesaan dalam mempertahankan tanahnya yang dimasukkan ke dalam Kawasan hutan.

Terakhir, tolak kenaikan harga BBM. Pemulihan mulai membaik seiring mobilisasi ekonomi petani, buruh, dan kaum miskin kota. “Seketika kita dikagetkan dengan kebijakan sepihak pemerintah menaikkan harga BBM,” lanjutnya

Selain itu, masyarakat juga masih harus menghadapi kenaikan harga pangan. “Pemerintah harus lebih berperan untuk memberikan perlindungan bagi rakyatnya,” tegasnya.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Mengenai tuntutan terakhir, Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan penolakan terhadap kenaikan harga BBM akan terus digaungkan oleh kalangan buruh dan petani.

“Aksi-aksi lanjutan akan dilaksanakan tuntutan para buruh dan petani agar pembatalan kenaikan harga tersebut tak direspons pemerintah,” kata Said Iqbal.

Terutama pada puncak peringatan hari tani mendatang, Said akan mendukung penuh para buruh dan petani di Indonesia untuk menuntuk hak-haknya yang telah dirampas oleh pemerintah.

“Mari kita minta hak tanah tani yang dirampas pemerintah, meminta tidak ada kriminalisisa terhadap petani, dan tidak ada pengusiran atau konflik yang berkenaan dengan tanah petani,” tutupnya.

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Tak Sampai 24 Jam, Viral Maling Laptop Teluk Tiram Diungkap Polisi
Ketua Bawaslu.

News

Selain SBY, Surya Paloh dan Megawati Juga Turun Gunung
Suzuki s-presso

News

Duet Baleno dan S-Presso, Cara Suzuki Pikat Kaum Urban di GIIAS 2022
PKT

News

Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi, PKT Gandeng Kejati Kaltim Gelar Sosialisasi

News

Karyawan PT DGS Asam-Asam Tanah Laut Diculik? Begini Penjelasan Polisi

News

Penjelasan Lengkap Sri Mulyani Soal THR & Gaji ke-13 PNS
cacar monyet

News

31 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Spanyol, WHO Sebut Tak Berpotensi Pandemi

News

Usai Libur Lebaran, Polres Kotabaru Kembali Gencarkan Vaksinasi Booster
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com