Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Masuk Grup Neraka, Pelatih: Hasil Uji Coba Bisa Jadi Keyakinan PSAI Minta Dukungan untuk Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia yang Berlaga di Piala Dunia 2022 Viral Video Dugaan Perampasan Oleh Emak-emak di Banjarmasin, Simak Pengakuan Si Perempuan Berhijab

Survei SMRC Sebut PPP dan PAN Berpeluang Tak Melenggang ke Senayan di Pemilu 2024

- Apahabar.com     Jumat, 2 September 2022 - 22:50 WITA

Survei SMRC Sebut PPP dan PAN Berpeluang Tak Melenggang ke Senayan di Pemilu 2024

Pendiri SMRC, Saiful Mujani. Foto: Law-justice.co

apahabar.com, JAKARTA – Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), peralihan suara partai di pemilu 2019 ke pemilu 2024 menunjukan suara yang memilih PAN sekitar 54,2 persen dan PPP 56,7 persen, mengakibatkan kedua partai tersebut tidak bisa melenggang ke Senayan di 2024.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengatakan alasan PAN tidak bisa masuk ke Senayan pada pemilihan 2024 karena PAN terdapat konflik internal kepemimpinan. Selain itu, dari hasil survei yang didapat adalah tingginya angka pemilih partai PAN pada Pemilu 2019 yang sekarang belum menentukan pilihan yakni sebesar 31,2 persen. Lalu sebanyak 54,2 persen pemilih pada pemilu 2019 tetap akan memilih PAN pada pemilu 2024.

Menurutnya pemilih PAN yang belum menentukan sikap, kemungkinan akan ditarik oleh partai baru yang didirikan Amien Rais yang mendirikan Partai Ummat.

“Mungkin mereka mendukung PAN selama ini karena ada tokoh seperti Amien Rais, begitu Pak Amien Rais tidak ada di situ, dan karena loyal, mereka akan hijrah juga,” terang Saiful, Kamis (2/9/2022).

Saiful juga mengatakan bahwa jika PAN tidak menambah atau menarik suara partai lain, maka baik PAN pimpinan Zulkifli Hasan maupun Partai Ummat bentukan Amin Rais akan sama-sama mengalami kerugian terancam tidak lolos parliamentary threshold sebesar 4 persen.

Lebih lanjut, untuk suara PPP sebesar 56,7 persen pemilih pada 2019 mengatakan akan kembali memilih PPP pada pemilu 2024. Sedangkan Partai Demokrat menjadi ancaman perpindahan pemilih dengan suara 22,5 persen, dan yang mengatakan akan memilih PDIP sebesar 8,3 persen.

“Yang mengkhawatirkan bagi PPP adalah pemilih PPP yang belum menentukan pilihan cenderung sedikit, 11 persen. Ini berbahaya. Kalau tidak ada upaya yang ekstra, mungkin partai yang akan mengikuti adalah Hanura yang tidak lolos ke Senayan, padahal PPP pernah ada di Senayan,” kata Saiful.

Menurut Saiful sementara kemampuan PPP sejauh ini belum kelihatan mampu menarik pemilih dari partai-partai lain, ia menambahkan partai PPP kurang kompetitif sejauh ini.

“Keduanya bisa sama-sama tidak lolos kalau mereka tidak menambah kekuatan dari partai lain. PAN karena ada konflik internal kepemimpinan di PAN dan Pak Amin membuat partai baru. PPP tidak kompetitif untuk menarik pemilih partai lain, bahkan pemilihnya tidak mampu dijaga untuk tidak keluar dari PPP,” tutup Saiful.

Reporter: Resti

 

 

Editor: Bethriq Kindy Arrazy - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Imparsial Khawatirkan Keberadaan DKN Akan Tumpang Tindih Tugas Kelembagaan
MenpanRB.

News

MenpanRB: Ada 3 Skenario untuk Masalah Tenaga Honorer di Indonesia

News

Selain Bawa Mini EV, DFSK Janjikan Promo Merdeka di GIIAS 2022
Muhammad Kece

News

M Kece Divonis 10 Tahun Penjara
Razia

News

Razia Lagi, Berikut Temuan Petugas Lapas Banjarmasin di Kamar Hunian Warga Binaan

News

Perubahan Iklim Mengancam Kawasan Pantura, Kemenko Marves Dorong Mitigasi Kawasan Pesisir
Presiden Jokowi

News

Respons Santai Jokowi Soal Menguatnya Isu Reshuffle
Pengurus Astrabi Dilantik

News

Marullah Matali Kukuhkan Pengurus Astrabi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com