Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB Kembalinya Sosok Pemain Nomor 9 Andalan Baru Timnas yang Sudah Lama Hilang Sempat Tertinggal, Timnas Indonesia Tekuk Curacao Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Masuk Grup Neraka, Pelatih: Hasil Uji Coba Bisa Jadi Keyakinan

Cuma Andalkan Survey Capres, Para Syndicate: Partai Bisa Bermufakat Bukan Bertransaksi

hasil survey hanya salah satu variable dalam menentukkan paket Capres-Cawapres, selebihnya adalah otonomi partai dan pemufakatan koalisi.
- Apahabar.com     Kamis, 22 September 2022 - 11:27 WITA

Cuma Andalkan Survey Capres, Para Syndicate: Partai Bisa Bermufakat Bukan Bertransaksi

Capres alternatif (channel9.id)

apahabar.com, JAKARTA – Elektabilitas hasil survey hanya salah satu variable dalam menentukan paket Capres-Cawapres, selebihnya adalah otonomi partai dan pemufakatan koalisi menjadi penting. Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo, berharap agar partai-partai bisa bermufakat bukan bertransaksi.

“Di sini saya bilang mufakat ya, bukan lobi, karena saya berharap sejatinya partai-partai bisa bermufakat bukan justru bertransaksi,” ungkap Ari Nurcahyo dalam diskusi ‘mencari capres alternative dan membaca arah koalisi’ di Jakarta, Kamis (22/9).

Nama-nama yang memilki elektabilitas tinggi saat ini, diantaranya Mantan Gubernur, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Mereka belum tentu dicalonkan sebagai sebagai capres oleh partai politik pada Pemilu 2024 mendatang.

Sebab, menurut Undang-Undang Dasar 1945 mengatur bahwa calon Presiden harus diusung oleh partai politik atau koalisi partai.
Lebih jauh, arah atau skenario koalisi nantinya akan ditentukan oleh pemufakatan kandidasi paket Capres-Cawapres yang diusung oleh koalisi partai.

Pergerakan koalisi

Koalisi yang pertama kali muncul adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan partai Golkar, PAN dan PPP. Lalu, koalisi Gerindra-PKB keduanya sudah resmi menjalankan partai koalisi.

Kemudian, safari politik ketua DPP PDI-Perjuangan, Puan Maharani yang bertemu Ketua Umum Surya Paloh, dan akan berlanjut ke partai-partai lain.

“Dari sini saya yakin akan mengubah peta koalisi partai dan bisa membuka peluang partai, mencari tokoh lain untuk bursa capres,” kata Ari.
Sebelumnya, Rakernas PAN mengumumkan Sembilan rekomendasi nama yang akan diusung menjadi Capres dan Cawapres di Pemilu mendatang.

“Ini pergerakan-pergerakan koalisi yang ingin kita baca, sekiranya bagimana arah koalisi kedepan,” lanjutnya.

Bagaimana arah koalisi ke depan

Ari menilai untuk koalisi KIB terdiri dari tiga partai itu jika digabungkan memilki 148 kursi, artinya sudah bisa mengusung Capres dan Cawapres sendiri.

“Mau nanti pak Airlangga atau nama dari PPP dan PAN, karena 20 persen kursi DPR itu 115 kursi, jadi KIB sudah bisa mengusung nama Capres dan Cawapres,” ujar Ari.

Selanjutnya, untuk Gerindra-PKB juga dinilai sudah cukup untuk ymengusung calon di Pemilu 2024 mendatang.

“Jadi koalisi Gerindra-PKB punya gabungan kursi total 136, ya itu juga sudah termasuk cukup untuk calonkan nama,” lanjutnya.
Untuk saat ini, PDIP sendiri tanpa bergabung dengan partai lain, sudah memilki 128 kursi di DPR. Artinya PDIP sendiri dinilai sudah bisa mengusung nama.

“Tapi PDIP gak mungkin maju sendiri, pasti akan gandeng partai lain, karena kekuatan komposisi di parlemen perlu perimbangan kekuasaan,” jelasnya.

Untuk saat ini, diluat partai pemerintahan, Demokrat-PKS belum bisa mengusungkan nama sendiri. Karena mereka hanya memiliki 104 kursi gabungan di DPR.

Tentunya, masing-masing partai tersebut juga sudah memiliki kandidasi Capres sendiri sesuai perspektif tiap partai. Finalnya tergantung pada hasil pemufakatan koalisi nanti.

Terpenting kandidasi Capres 2024 ini memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah-masalah fundamental yang sedang di alami negara saat ini. Mengingat bagaimana partai politik itu sebagai organisasi kader.

“Sehingga pengisian jabatan politik itu sebisa mungkin mengakomodasi kader-kader partai, sebaiknya partai bisa menghindari ekspor-impor kader, entah itu sesama partai atau nonpartai,” tutup Ari.

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

MInyak

News

HET Dicabut, Pedagang Harap Stok Minyak Goreng Stabil

News

Terjerat OTT KPK, Harta Bupati Bogor Ade Yasin Capai Rp4 Miliar
Sri Lanka

News

Presiden Sri Lanka Mundur Usai Istana Diserbu Massa
Yamaha fazzio

News

Senjata Yamaha Fazzio Bisa Laris Manis di Jakarta Fair 2022

News

Kenaikan BBM Tidak Memengaruhi Daya Beli Industri Otomotif
Komisi III Rapat Bersama Kapolri

News

Rapat Bersama Kapolri Hari Ini, Komisi III DPR Pastikan Berlangsung Terbuka
Haji

News

Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2022
Kecelakaan

News

Pasutri Banjarmasin Tewas Tabrak Truk di Jalan Soebardjo, Polisi Bakal Gelar Perkara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com