Viral Keributan Suporter Futsal Antar Pelajar di Banjarbaru, Polisi Turun Tangan Rodney Goncalves; Pemain Barito Putera Harus Punya Rasa Marah dan Lapar Hasil MotoGP Jepang: Quartararo Melempem, Bagnaia Crash, Selisih Poin Semakin Menjauh Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan

Usai Ditolak, Ferdy Sambo Jadi Pecatan Tanpa Seremonial 

dalam waktu tiga hari kerja, pihak Polri akan mengurus penyelesaian administrasi dari pelanggar, yaitu Irjen Ferdy Sambo
- Apahabar.com     Senin, 19 September 2022 - 17:52 WITA

Usai Ditolak, Ferdy Sambo Jadi Pecatan Tanpa Seremonial 

Banding sidang kode etik Sambo (apahabar.com/Regen)

apahabar.com, JAKARTA – Permohonan banding sidang kode etik Irjen Ferdy Sambo resmi ditolak. Dalam waktu tiga hari kerja, Sambo akan resmi dicopot dari institusi Polri tanpa seremonial.

“Sesuai Pasal 81 ayat 1, dalam waktu tiga hari kerja setelah itu diserahkan, putus sudah,” ungkap Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Gedung Transnational Crime Center, Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9).

Dedi menjelaskan bahwa untuk selanjutnya dalam waktu tiga hari kerja, pihak Polri akan mengurus penyelesaian administrasi dari pelanggar, yaitu Irjen Ferdy Sambo. Menurutnya, hal ini sesuai dengan komitmen yang dijanjikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa keputusan sidang oleh Komisi Banding saat ini telah bersifat final. Artinya, setelah ini sudah tidak ada lagi langkah hukum yang dapat ditempuh oleh Ferdy Sambo.

“Keputusan sidang banding ini bersifat final dan mengikat, sudah tidak ada lagi upaya hukum kepada yang bersangkutan. Ini merupakan komitmen dari bapak Kapolri untuk segera dituntaskan proses terkait kasus-kasus kode etik di Duren Tiga kemarin,” ungkapnya.

Sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo telah diputuskan bersalah dan melakukan perbuatan tercela. Permohonannya untuk banding dalam sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang telah diterimanya itu pun ditolak.

Komisi Banding Kode Etik yang diketuai oleh Irwasum Polri, Komjen Agung Budi Marwoto memutuskan kolektif kolegial, bahwa dalam hal ini seluruh hakim banding sepakat untuk menolak memori banding yang diajukan oleh Irjen Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo merupakan salah satu tersangka dalam perkara menghalang-halangi penyidikan atau obstruction of justice. Selain itu, Ferdy Sambo merupakan dalang utama dalam pembunuhan Brigadir J.

Ferdy Sambo didakwa ikut menembak mantan ajudannya, Brigadir J. Selain itu, ia juga diduga memerintahkan salah satu bawahannya, yaitu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk menghabisi nyawa Brigadir J.

Kini, berkas Ferdy Sambo bersama dengan empat tersangka lainnya yang diduga ikut andil dalam melakukan pembunuhan, telah dilimpahkan kepada kejaksaan. Pihak kejaksaan mengaku akan memeriksa berkas tersebut selama 14 hari kerja.

Kelima tersangka itu ialah Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan juga Putri Candrawathi.

Para tersangka itu kini dijerat pasal pembunuhan berencana, yaitu Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55-56. Hukuman yang membayangi mereka ialah hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya (20 tahun).

Editor: Pramirvan Aprillatu - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Fugo Hotel Banjarmasin

News

Gantikan Mercure, Fugo Hotel Banjarmasin Janjikan Konsep Berbeda

News

BEM SI: Tuntutan Demo Teralihkan Pengeroyokan Ade Armando
Gubernur Anies

News

Anies Pastikan Kenyamanan Tebet Eco Park Sebelum dibuka

News

Amerika, Jepang dan India Mengalami Lonjakan Kasus Covid-19, Bagaimana di Indonesia?
IHSG

News

Musim Tebar Dividen, Dongkrak Penguatan IHSG
DFSK

News

Selain Bawa Mini EV, DFSK Siapkan Lucky Draw di GIIAS 2022
Sindikat Gelap Narkoba HSS

News

Bongkar Sindikat Gelap Narkoba, Kurir dan Pengedar Diringkus Polisi HSS

News

Berkas Para Tersangka Kasus Brigadir J Telah Sampai di Kejagung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com