Soal Konversi Kompor Gas ke Listrik, Begini Penjelasan ESDM Kalsel Kronologis Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Halong Balangan Peringati HUT ke-31, Perumda Paljaya Kampanyekan Sanitasi Aman Sembari Bersepeda Bersama Tak Berhenti Mencoba, Muji Batola Sukses Tembus Babak 24 Besar Dangdut Adacemy 5 182.701 Orang Ditetapkan KPU Palangka Raya Sebagai DPB

Wow! Harga Pertalite Eceran di Banjarmasin Rp12 Ribu per Liter

Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite eceran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ikut “melambung” menjadi Rp12.000.
- Apahabar.com     Sabtu, 3 September 2022 - 21:38 WITA

Wow! Harga Pertalite Eceran di Banjarmasin Rp12 Ribu per Liter

Ilustrasi Pertalite eceran. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite eceran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ikut melambung menjadi Rp12.000 per liter.

Hal tersebut menyusul keputusan pemerintah yang menaikan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) se Indonesia.

Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu (3/9) malam, harga Pertalite eceran di sejumlah lokasi di Banjarmasin turut mengalami kenaikan. Misalnya di Jalan Sutoyo S Banjarmasin.

Di mana, harga eceran sebelumnya hanya Rp10.000 per liter, kini berubah drastis menjadi Rp12.000 per liter.

Pun demikian di Jalan Jafri Zam Zam Banjarmasin.

“Ya, kondisinya memang naik [di SPBU, red],” ucap salah satu penjual kepada apahabar.com.

Bahkan, sejumlah pengecer mengaku kekosongan stok. Salah satunya di Rawasari Banjarmasin.

“Sudah habis stok Pertalite,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah resmi menaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dari harga Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter.

Adapun Solar subsidi yang sebelumnya berharga Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Selain kedua jenis BBM bersubsidi tersebut, Pertamax non subsidi juga mengalami kenaikan, dari harga Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

“Ini berlaku satu jam sejak diumumkannya penyesuaian harga ini dan belaku pada pukul 14.30 WIB,” ungkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, Sabtu (3/9).

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan yang sama juga menambahkan penyesuaian harga BBM tersebut tidak dapat dihindari, meski pemerintah sudah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia.

Jokowi mengungkapkan keinginannya agar harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi melalui APBN. Namun, anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah mengalami peningkatan sebesar 3 kali lipat dari alokasi dana yang dianggarkan, dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat.

“Lagi lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil pribadi,” ujarnya.

Temuan konsumsi BBM bersubsidi digunakan kelompok masyarakat mampu disayangkan Jokowi.

Mestinya, uang negara harus diprioritaskan dengan memberikan subsidi kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu.

“Ini pilihan terakhir dari pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga hari beberapa jenis BBM yang mendapatkan subsidi akan mengalami penyesuaian,” katanya.

Ke depan, sebagian subsidi yang disediakan pemerintah akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran seperti Bantuan Langsung Tunai (BBM) sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga tidak mampu. Adapun jumlah subsidi BLT yang diberikan sebesar Rp150 ribu per bulan dan mulai diberikan sejak September selama 4 bulan.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9,6 triliun yang akan disalurkan ke sebanyak 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan, dengan bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp600.000

Jokowi juga mengungkapkan telah memerintahkan pemerintah daerah untuk menggunakan 2 persen dana Dana Transfer Umum sebesar Rp2,17 triliun untuk bantuan yang diberikan kepada angkutan umum, ojek online, dan nelayan.

“Pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang menggunakan uang rakyat harus tepat sasaran. Subsidi harus lebih menguntungkan masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapolda Kalteng

Hot Borneo

Kapolda Kalteng: Penegakkan Hukum Harus Kedepankan Restorative Justice
Sidang

Hot Borneo

Luar Biasa! Bambang Widjojanto Rela Cuti dari TGUPP Anies Demi Bela Mardani Maming

Hot Borneo

Hati-Hati Kriminalisasi Pengusaha Demi Penyitaan Bisnis dan Aset

Hot Borneo

Dituntut Penjara Lebih Dari 4 Tahun, Terdakwa Kasus iPad DPRD Banjarbaru Juga Didenda
Sabu

Hot Borneo

Nasib! Pemuda Barut Ditangkap Polisi Usai Buang Sabu ke Bawah Jembatan
Migor Kapuas

Hot Borneo

Cek Ketersediaan Migor, Kapolres Kapuas: Stoknya Cukup!
Sel Tahanan

Hot Borneo

Niat Membesuk, 2 Pria Tanbu Malah Seludupkan Sabu ke Sel Tahanan Polisi!

Hot Borneo

Digandeng Sony Music, Primitive Monkey Noose Jadi Angin Segar dalam Budaya Musik Pop Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com