apahabar.com, BANJARMASIN - Ratusan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dan insan maritim Pelabuhan Trisakti Banjarmasin di Kalimantan Selatan (Kalsel) berkumpul dalam momen halalbihalal yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Kalsel.
Selain ajang silaturahmi, forum ini juga jadi ruang evaluasi sekaligus antisipasi dinamika sektor logistik ke depan.
Acara halalbihalal, di Kedai 99 Trisaksi, Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin Barat turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, Rabu (8/4).
Ketua DPW ALFI/ILFA Kalsel, Saut Nathan Samosir, mengatakan momen ini menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota sekaligus saling memaafkan usai Hari Raya Idulfitri.
“Hari ini kita melakukan halalbihalal bersama seluruh pengurus dan anggota JPT serta insan maritim di wilayah Kalimantan Selatan. Prinsipnya untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan, karena pasti selama ini ada kekurangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebersamaan menjadi kunci dalam menjaga soliditas organisasi, terutama bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor pelabuhan dan distribusi logistik.
Senada, Ketua Panitia Pelaksana Bambang Fry menyebut kegiatan ini juga bertujuan membangun harmonisasi antar pelaku usaha logistik agar sejalan dengan program pemerintah.
“Kita ingin membangun kebersamaan dan harmonisasi, khususnya di sektor logistik dan pelabuhan, agar bisa berjalan sesuai program pemerintah, terutama dalam mendukung transportasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW ALFI/ILFA Kalsel, Bagus Setiyadi, menambahkan forum ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pengurus dan anggota.
“Di sini kita bisa mendengar langsung aspirasi anggota, sekaligus mengoreksi diri. Masih banyak yang perlu diperbaiki, karena tugas kita menjembatani antara anggota dan stakeholder,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis sektor logistik dalam pembangunan daerah. Menurutnya, distribusi barang seperti sembako hingga bahan bangunan sangat bergantung pada kinerja anggota ALFI/ILFA.
“Peran kita sangat besar dalam mendistribusikan kebutuhan masyarakat. Ini berpengaruh langsung terhadap perekonomian dan pembangunan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Bendahara ALFI/ILFA Kalsel, Fery Suseno, menambahkan Banjarmasin selama ini dikenal sebagai pintu gerbang distribusi untuk wilayah Kalimantan.
“Kita ingin menjaga marwah Banjarmasin sebagai kota distribusi, apalagi dengan adanya IKN, peran ini harus semakin diperkuat,” katanya.
Terkait kondisi logistik, ia memastikan hingga saat ini jalur distribusi masih berjalan normal.
“Sampai sekarang kondisi logistik masih aman, operasional berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Meski begitu, Bagus mengingatkan pelaku usaha untuk tetap waspada terhadap dinamika global, termasuk potensi kenaikan biaya logistik jika terjadi perubahan kebijakan seperti kenaikan BBM.
“Kalau BBM naik, otomatis biaya logistik bisa ikut naik. Tapi kita tidak ingin berspekulasi, kita tunggu kebijakan pemerintah. Jangan sampai rumor justru memicu inflasi dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Saut berharap organisasi tetap solid dan terus berkembang.
“Harapan kita organisasi ini tetap eksis, dan hubungan antaranggota semakin erat serta saling mendukung,” pungkasnya.