Puluhan Kepala SMA Sederajat di Kalsel Dilantik, Dituntut Bantu Peningkatan IPM Pendidikan

Gubernur Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) M Syarifuddin, melantik 54 kepala sekolah.

Pelantikan kelapa sekolah di Kalsel. Foto: Media Center

apahabar.com, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) M Syarifuddin, melantik 54 kepala sekolah.

Puluhan kepala sekolah yang dilantik di Persada Idham Chalid, Senin (16/3), tersebut terdiri dari kepala SMA, SMK dan SLB.

Pelantikan ini sempat tertunda dan akhirnya digelar bertepatan dengan momentum Ramadan 1447 Hijriah.

"Semoga para kepala sekolah yang baru dilantik dapat meningkatkan kinerja sekolah, serta berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel, khususnya di sektor pendidikan," harap Syarifuddin.

Salah satu indikator penting dalam pembangunan pendidikan adalah rata-rata lama sekolah yang sekarang masih berada di kisaran 8,6 hingga 8,9 tahun.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim, menjelaskan bahwa pelantikan mencakup 54 kepala sekolah dari berbagai SMA, SMK dan SLB.

"Pelantikan ini mencakup diangkat menjadi kepala sekolah, baik melalui rotasi, mutasi, maupun pengangkatan," sahut Rahim.

Penugasan guru sebagai kepala sekolah mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Dalam aturan tersebut, masa jabatan kepala sekolah berlaku selama empat tahun untuk satu periode dan dapat diperpanjang hingga dua periode apabila kinerja dinilai baik.

"Pelantikan ini telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari upaya penguatan manajemen pendidikan di daerah. Mudah-mudahan kedepan setiap kebutuhan pengisian jabatan kepala sekolah bisa langsung dilaksanakan," paparnya

Sampai sekarang jumlah kepala SMA, SMK dan SLB di Kalsel mencapai lebih dari 200 orang. Namun masih terdapat sekitar 14 sekolah yang masih dipimpin pelaksana tugas (plt) kepala sekolah.

Kondisi tersebut terjadi karena kekosongan jabatan serta beberapa kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat, "Pengisian jabatan kepala sekolah yang masih kosong dapat segera dilakukan setelah Idulfitri 1447 Hijriah," tutup Rahim.