Banjarmasin Hits

Dari Drainase hingga Jembatan, Saut Samosir Jemput Aspirasi Warga Basirih

Banjir, sampah, hingga jalan sempit jadi keluhan warga Basirih saat Anggota DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir turun langsung menyerap aspirasi di lapangan

Featured-Image
Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin bersama ketua RT di kawasan Komplek Yoka, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat. Foto-apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN - Banjir, sampah, hingga jalan sempit jadi keluhan warga Basirih saat Anggota DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir turun langsung menyerap aspirasi di lapangan.

Anggota Komisi IV DPRD ini menyambangi empat titik di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (8/4). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut hasil reses untuk menyerap sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan.

Lokasi pertama yang didatangi adalah Komplek Yoka, Gang Bersama RT 2. Di sana, warga mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi saat Sungai Barito pasang, terutama di musim hujan.

Ketua RT 2, Rut Darmawati, mengatakan banjir bisa bertahan hingga berhari-hari dan mengganggu aktivitas warga. Bahkan, halaman Masjid Al Mukhlisin kerap tergenang.

“Kalau banjir, airnya lambat sekali surut, bisa sampai 2-3 hari. Kami berharap ada solusi dari pihak terkait,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dugaan terhambatnya aliran air karena keberadaan kawasan industri di sekitar permukiman.

Saut Nathan Samosir mencek kondisi mobil BPK Fatir, Kelurahan Basirih, Rabu (8/3). Foto-apahabar.com
Saut Nathan Samosir mencek kondisi mobil BPK Fatir, Kelurahan Basirih, Rabu (8/3). Foto-apahabar.com

Selanjutnya, di Gang Flamboyan 2, warga meminta perbaikan unit mobil Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang kini tidak lagi berfungsi.

“Unit ini sangat penting untuk warga, apalagi daerah kami padat penduduk. Sekarang mobilnya rusak dan tidak bisa dipakai,” keluh warga.

Keluhan lain datang dari warga Jalan Baguntan Raya RT 17. Ketua RT setempat, Jumadi Maulana, menyoroti keberadaan tempat pembuangan sampah liar yang sudah berlangsung lama dan mengganggu lingkungan.

“Bau, Pak, warga terganggu. Sampah ini sudah ada sejak lama. Diangkutnya tidak rutin, kadang hanya satu pickup dan tidak setiap hari,” ujarnya.

Di titik lain, Ketua RT 18 Jalan Intan Sari, Suwardi mengusulkan pelebaran jalan tembusan ke Banyiur sepanjang sekitar 73 meter. Jalan yang sempit dinilai membahayakan, terutama bagi pelajar.

“Sering anak sekolah tersenggol kendaraan karena jalannya sempit. Kami minta pelebaran sekitar 1,5 meter agar lebih aman,” katanya.

Selain itu, warga juga meminta penanganan pendangkalan sungai yang tidak bisa dilakukan secara manual.

Plt Lurah Basirih, Farid Arkobah, mengapresiasi kehadiran Saut Nathan Samosir yang turun langsung menyerap aspirasi warga.

“Kami berharap semua usulan ini bisa direalisasikan dan ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” ucapnya.

Kondisi jembatan jalan tembusan Intan Sari ke Banyiur dekat SMPN 25 Basirih, Banjarmasin Barat ambles. Foto-apahabar.com
Kondisi jembatan jalan tembusan Intan Sari ke Banyiur dekat SMPN 25 Basirih, Banjarmasin Barat ambles. Foto-apahabar.com

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Saut Nathan Samosir memastikan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan warga.

“Ini tindak lanjut dari reses tanggal 5 April lalu. Kita lihat langsung di lapangan, mulai dari masalah drainase, BPK, jembatan rusak, hingga sampah,” ujar politikus PDIP Perjuangan ini.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama adalah saluran air yang tersumbat sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik.

“Air masuk bisa, tapi keluar tidak bisa. Ini yang menyebabkan genangan. Kita arahkan dulu gotong royong, nanti kita lihat penanganan lanjutnya,” jelasnya.

Saut juga menyoroti kondisi jembatan rusak yang menjadi akses penting bagi warga dan pelajar ke SMPN 25 Banjarmasin.

“Jembatan ini sangat mengkhawatirkan karena jadi akses anak-anak sekolah ke SMP dan SMA. Ini harus segera mendapat perhatian,” tegasnya.

Terkait persoalan sampah, ia meminta penanganan serius agar tidak memperparah banjir.

“TPS liar ini harus ditertibkan karena sampah menyumbat aliran sungai dan bisa memperparah banjir saat air pasang maupun hujan,” katanya.

Ia menambahkan, pendangkalan sungai juga perlu ditangani menggunakan alat berat agar lebih maksimal.

“Kalau manual tidak cukup, perlu alat seperti ekskavator mini supaya bisa masuk ke lokasi,” pungkasnya.

Seluruh aspirasi tersebut, lanjut Saut, akan diperjuangkan dan disampaikan ke pemerintah kota untuk segera ditindaklanjuti.

TPS Liar di Jalan Baguntan Raya, Kelurahan Basirih yang dikeluhkan warga. Foto-apahabar.com
TPS Liar di Jalan Baguntan Raya, Kelurahan Basirih yang dikeluhkan warga. Foto-apahabar.com



Editor


Comment
Banner
Banner