LIFESTYLE

Gitaris Legendaris Jeff Beck Meninggal Gegara Meningitis, Apa Itu?

Gitaris legendaris, Jeff Beck, meninggal dunia pada Selasa (10/1) kemarin. Mantan personel The Yardbirds itu meregang nyawa usai berjuang melawan meningitis

Featured-Image
Ilustrasi kondisi selaput otak orang normal dengan penderita meningitis (Foto: dok. Alodok)

apahabar.com, JAKARTAGitaris legendaris, Jeff Beck, meninggal dunia pada Selasa (10/1) kemarin. Mantan personel The Yardbirds itu meregang nyawa usai berjuang melawan penyakit meningitis beberapa waktu belakangan.

Kabar duka tersebut sebagaimana disampaikan pihak keluarga Jeff melalui Instagram, selang dua hari selepas kepergiannya. “Setelah tiba-tiba tertular bakteri meningitis, dia meninggal dunia dengan damai,” tulis akun @jeffbeckofficial, dikutip Kamis (12/1).

Memang tak sepenuhnya keliru bila pihak keluarga menyebut Jeff terserang meningitis secara ‘tiba-tiba.’ Penyakit tersebut sulit dikenali, mengingat gejala awalnya serupa dengan flu biasa, yakni demam dan sakit kepala.

Penyakit yang demikian juga menjadi penyebab meninggalnya musisi kenamaan Indonesia, Glenn Fredly, pada 2020 lalu. Lantas, sebenarnya apa itu meningitis? Apakah gangguan ini begitu berbahaya sampai bisa meregang nyawa?

Peradangan Selaput Otak

Meningitis merupakan penyakit yang disebabkan peradangan atau inflamasi pada selaput otak bernama meningen. Selaput ini ialah lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. 

Peradangan selaput otak yang demikian disebabkan infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Infeksi tersebut lazimnya bersumber pada telinga, sinus, tenggorokan, sekitar gigi, dan/atau rongga mulut.

Adapun meningitis yang paling sering dijumpai ialah yang dikarenakan infeksi bakteri. Adalah Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumonia, jenis bakteri yang menyerang saluran pernapasan hingga berujung peradangan selaput otak.

Sementara itu, jenis meningitis yang paling mematikan adalah yang terinfeksi parasit. Naegleria fowleri, jenis parasit yang menyebabkan meningitis, memiliki tingkat risiko kematian lebih tinggi ketimbang peradangan otak akibat penyebab lain.

Selain mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, meningitis juga bisa dipicu cedera terdahulu. Jenis peradangan otak yang satu ini dikenal dengan istilah meningitis non-infeksi.

Cedera yang menyebabkan meningitis apabila kondisi tersebut terjadi di kepala dan melukai bagian selaput otak. Luka itu bisa saja dioperasi sebagai proses penyembuhan, tapi ternyata sudah lebih dahulu menimbulkan radang yang berujung meningitis.

Gejala Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis umumnya menimbulkan beragam gejala, antara lain sakit kepala dan demam. Bukan sakit kepala biasa, pertanda yang demikian biasanya tidak kunjung hilang, meskipun sudah mengonsumsi obat sakit kepala.

Penderita meningitis bisa merasakan mual yang disertai muntah secara berlebihan. Badan pun jadi mudah lelah, sehingga berpotensi pula sering pingsan. Gejala juga bisa timbul pada bagian neurologis, berupa kejang, gangguan sensorik, dan gangguan perilaku. 

Ketika seseorang terserang meningitis, juga berpotensi mengalami penurunan kesadaran dan edema otak. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala tersebut bisa berujung pada herniasi otak.

Apabila Anda mengalami salah satu gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Nantinya, mereka akan mendiagnosis penyakit meningitis dengan memeriksa sampel cairan serebrospinal melalui lumbal pungsi (LP). 

Sebelum prosedur tersebut dilakukan, terlebih dahulu dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan MRI dan CT scan. Tujuannya, memastikan bahwa tidak ada massa yang menekan pada otak.

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya