Tips Hidup Hemat

Hidup Lebih Bernilai lewat Gaya ‘Frugal Living’, Bagaimana Caranya?

Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang lebih suka membeli produk lokal ketimbang sekadar maniak merek?

Featured-Image
Hidup Lebih Bernilai lewat Gaya ‘Frugal Living’. Foto. net

apahabar.com, JAKARTA – Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang lebih suka membeli produk lokal ketimbang sekadar maniak merek? Atau, orang yang tak pernah pusing mengikuti tren fesyen dan gadget terkini?

Kalau demikian, boleh jadi mereka adalah penganut prinsip frugal living. Jhon White dalam tulisan yang berjudul The Frugal Life, and Why We Should Educate for It, mengatakan gaya hidup ini menjadi tren semenjak pandemi covid-19 melanda dunia.

Pandemi yang berlangsung sekira dua tahun itu memberi dampak besar bagi kodisi finansial. Berkaca dari fenomena tersebut, sudah sepatutnya setiap orang memprioritaskan kebutuhan hidup, alih-alih menuruti keinginan semata.

Advisor Forbes, Zina Kumok, mendefinisikan frugal living sebagai suatu gaya hidup di mana berfokus pada prioritas dan sadar akan pengeluaran. Mereka yang ingin menerapkan gaya hidup ini mesti memikirkan tujuan utama dan bagaimana manajemen keuangan mereka membantu mencapai tujuan itu.

"Bagi kebanyakan orang, frugal living terdengar seperti 'kupon diskon' (memangkas pengeluaran supaya lebih hemat), belanja di toko thrift, dan berdiam diri di rumah ketimbang bepergian ke luar. Padahal, makna frugal living lebih besar dari itu," ungkapnya, dikutip dari Wealthsimple, Senin (26/11).

Baca Juga: Perwira dengan Senandung Revolusi Itu Bernama Ismail Marzuki

Senada dengan pernyataan tersebut, laman resmi Kementerian Keuangan, djkn.kemenkeu.go.id, juga mengartikan frugal living sebagai konsep di mana seseorang mengalokasikan dana miliknya dengan kesadaran penuh.

Pengalokasian itu dilakukan dengan penuh pertimbangan dan analisis yang baik, disertai strategi pencapaian tujuan keuangan masa depan yang jelas.

Frugal agar tidak Fragile

Dimas Danang, aktor sekaligus presenter Indonesia, turut membagikan pandangannya mengenai frugal living. Sebagai generasi muda, dia menilai gaya hidup ini cukup penting.

"Aku jadinya mikir frugal living penting. Kita frugal agar tidak fragile," ujarnya, dalam tayangan Lintas Makna di kanal YouTube CXO Media, dikutip Senin (26/11).

Danang mewanti-wanti kawula muda untuk menyeimbangkan ketiga hal itu, sebab jika tidak, mereka berpotensi tak benar-benar menikmati hidup. Misanya saja, bila memiliki tenaga dan uang, namun tak punya waktu, boleh dibilang orang tersebut belum bisa menikmati apa yang sudah dihasilkan.

Baca Juga: Trik Main Trading agar Menemukan Broker Forex Terbaik di Dunia

Tips Memulai Hidup Frugal Living

Untuk mencapai kebebasan finansial yang sesungguhnya dengan frugal living, Jhon White dalam bukunya tadi, menyarankan sejumlah tips. Salah satunya, analisis pengeluaran dan kebutuhan sebelum membelanjakan uang yang Anda miliki.

Pastikan pula Anda mempunyai tujuan finansial yang jelas dan masuk akal. Entah itu untuk dana pernikahan, membeli rumah, tabungan pendidikan anak, merencanakan pensiun dini, mengamankan dana darurat yang cukup, atau memiliki dana pensiun yang cukup.

Jhon juga menyarankan agar Anda tidak mudah terpengaruh tren fesyen, gadget, mobil, atau benda-benda lain. Mulailah terbiasa nyaman untuk tidak terpengaruh tren, sebab hal itu akan membuat Anda terjebak dalam siklus konsumerisme.

Terakhir, Anda mesti memiliki persepsi dan kesadaran bahwa hidup bukan untuk saat ini saja. Ingatkan diri sendiri, masih ada hari esok yang perlu diperjuangkan. Frugal living tidak hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan juga menggantung keberlangsungan orang lain. 

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya