Kabar Pasar

Kabar Suku Bunga dan Minyak Mentah Pendorong Penguatan IHSG Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan pada posisi hijau.

Featured-Image
Ilustrasi - Layar monitor menampilkan pergerakan naik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara/Hafidz Mubarak A/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan pada posisi menghijau. Penguatan terpantau sebesar +54 poin atau +0,80% ke level 6.819.

Sepanjang perdagangan hari kemarin, level tertinggi indeks harian ada di 6.816,97. Sedang level terendah ada di 6.754.

Kenaikan pasar didominasi pada sektor industri, healthcare, energi, properti & real etate, infrastruktur, financial, basic materials, consumer cyclicals, teknologi, consumer non cyclical bergerak positif mendominasi kenaikan IHSG.

IHSG terdorong menguat pada detik terakhir perdagangan, setelah pengumuman kenaikan suku bunga yang disampaikan oleh Bank Indonesia.

Baca Juga: Investor Asing Banyak Jual Saham, IHSG Berpotensi Alami Penurunan

Pada prediksi hari ini, pelaku pasar masih menahan diri menunggu keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, untuk menaikan suku bunga. Pelaku pasar masih memantau apakah suku bunga yang ditetapkan akan naik secara terbatas atau agresif.

“The Fed pada tahun ini, dimana mereka mendukung bahwa kenaikkan tingkat suku bunga harus mulai terbatas, namun 2 suara pengambil kebijakan lainnya mengatakan perlunya ada kenaikkan tingkat suku bunga tambahan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (20/1).

Perbedaan pendapat tersebut membuat suara dalam The Fed pecah menjadi dua kubu, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku pasar.

Selain itu, Harga minyak Indonesia terpantau bergerak turun di tengah harga acuan minyak mentah utama dalam negeri yang ikut bergerak ke bawah.

Baca Juga: Bank Sumut Siap IPO, Tawarkan Rp510 per Saham

“Hal itu seiring dengan AS yang meningkatkan pasokannya di mana tercermin dari laporan IEA bahwa pasokan minyak naik menjadi 420 ribu barel per harinya pada kuartal IV-2022. Hal yang juga mendukung penurunan harga minyak mentah dunia,” ujarnya.

Dari sisi permintaan, OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak mentah untuk tahun 2022 sebesar 100 juta barel per harinya menjadi 99,56 juta barel per harinya

“Permintaan minyak mentah dunia juga ikut turun sebesar 600 ribu barel per hari menjadi 99,8 juta barel per hari,” imbuhnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, seperti saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Astra Internasional Tbk (ASII) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan pasar hari ini.

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya