Info Unik

Kenapa Mata Kucing Menyala dalam Gelap?

Apa yang terlintas di benak Anda saat melihat mata kucing menyala di malam hari? Mungkinkah langsung teringat mitos yang mengatakan ia sedang melihat hantu?

Featured-Image
Mata Kucing Tampak Menyala dalam Gelap (Foto: Grid ID)

apahabar.com, JAKARTA – Apa yang terlintas di benak Anda saat melihat mata kucing menyala di malam hari? Mungkinkah langsung teringat mitos yang mengatakan hewan berkaki empat itu sedang melihat hantu?

Memang tak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia masih kerap mengidentikkan binatang tertentu dengan hal-hal berbau mistis. Namun, untuk kasus yang satu ini, pancaran sinar di mata kucing sebenarnya disebabkan oleh faktor ilmiah.

Lantas, sebenarnya apa yang membuat mata kucing menyala dalam gelap? Apa pula fungsi dari pancaran sinar yang keluar dari mata hewan tersebut? Merangkum berbagai sumber, berikut ulasannya.

Mata Kucing Punya Tapetum Lucidum

Rupanya, mata kucing yang menyala dalam gelap dikarenakan hewan ini memiliki sel reflektif atau disebut juga tapetum lucidum pada indra penglihatannya. Melansir Hills Pet, sel tersebut berarti ‘lapisan yang bersinar.

“Hewan yang utamanya keluar pada malam hari memiliki sel reflektif khusus, di mana terletak tepat di belakang retina mereka, demikian pemaparan dokter mata hewan di Colorado State University, Cynthia Powell, seperti dikutip dari NPR, Selasa (20/9).

Tapetum Lucidum bekerja dengan memantulkan cahaya yang masuk ke dalam mata kucing ke retina. Proses ini membuat mata hewan tersebut nampak memancarkan cahaya dengan warna beragam, mulai dari biru, hijau, dan kuning.

Powell menjelaskan bahwa setiap kucing belum tentu memancarkan sinar berwarna sama dari matanya. Warna itu tergantung pada zat riboflavin atau zinc yang terkandung dalam tapetum, serta dipengaruhi pula oleh pigmen di dalam retina.

Tak cuma itu, dia menambahkan, usia dan sejumlah faktor lain juga dapat mengubah warna sinar dari mata kucing. Menurutnya, dua ekor anjing berjenis sama pun bisa memancarkan warna berbeda.

Cara Kucing untuk Bertahan Hidup

Bukan sembarang menyala, mata kucing yang demikian ternyata digunakan untuk bertahan hidup. Sebagai hewan krepuskular yang suka berburu di kala senja, kucing memanfaatkan kemampuan itu guna membedakan antara mangsa dan pemangsa.

Powell menuturkan kemampuan kucing untuk melihat dalam pencahayaan rendah dikarenakan tapetum mampu meningkatkan iluminasi retina. Selain itu, juga disebabkan sel batang yang lebih banyak ketimbang manusia serta pupil yang bisa membesar hingga 50 persen.

Komponen mata yang tidak dimiliki manusia tersebut memungkinkan kucing untuk mendeteksi perubahan cahaya dan gerakan. Sekaligus, membantu berjalan melalui bayang-bayang di tengah gelapnya malam.

Penglihatan Tampak Kabur

Bagi kucing, matanya yang menyala sudah seperti 'senter kecil' yang menuntun jalan di malam hari. Namun, sebenarnya, penglihatan mereka tak sejernih yang dibayangkan.

Hewan dengan tapetum lucidum mengorbankan beberapa kemampuan visualnya untuk bisa melihat dalam cahaya redup. Ini karena semua cahaya yang memantul dari tapetum dapat membuat apa yang mereka lihat sedikit lebih kabur.

Kalau diumpamakan, seekor kucing perlu tujuh kali lebih dekat ke suatu objek supaya bisa melihatnya setajam orang dalam tempat menyala.

Demikianlah sekilas penjelasan mengenai alasan di balik menyalanya mata kucing saat gelap. Hal ini mungkin akan membuat Anda bertanya-tanya, bagaimana dengan kucing peliharaan yang tak pernah berburu? Apakah matanya masih bisa memancarkan sinar di kala gelap?

Jawabannya, ya. Mata kucing peliharaan tetap bisa memancarkan sinar, bahkan dapat melihat dalam kondisi yang hanya 16 persen lebih terang ketimbang yang diperlukan mata manusia.

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya