apahabar.com, BANJARBARU - Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam dipastikan tetap beroperasi selama libur Lebaran 2026. Pengelola juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi semasa libur panjang.
Sekarang sistem pembayaran retribusi di kawasan wisata tersebut hampir seluruhnya sudah menggunakan metode non-tunai.
"Sudah 99 persen pembayaran di Tahura Sultan Adam tidak lagi menggunakan transaksi tunai," papar Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, Senin (9/3).
Terkait jaringan internet, Tahura Sultan Adam didukung Dinas Kominfo Kalsel dan Bank Indonesia, "Sudah sekitar lima sampai enam bulan terakhir, pendapatan retribusi tidak lagi menggunakan tunai," tegas Fatimatuzzahra.
Fatimatuzzahra juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahura Sultan Adam sebagai salah satu tujuan wisata, terutama karena lokasi yang relatif dekat dan memiliki banyak potensi wisata alam.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan biasanya meningkat signifikan selama periode libur lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus menjaga keselamatan, pengelola menambah personel dan armada penjagaan di sejumlah titik rawan.
Pengawasan diperketat terutama di area yang berisiko seperti Bukit Batu, Kolam Mandiangin dan ruas jalan yang rawan kecelakaan.
"Kami menambah armada untuk penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di Bukit Batu. Kadang masih terdapat pengunjung yang nekat berenang, walaupun sudah dilarang," tukas Fatimatuzzahra.
Pengelola Tahura Sultan Adam juga telah menyiapkan armada ambulans sendiri sebagai langkah antisipasi keadaan darurat, "Mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandas Fatimatuzzahra.








