Info Kesehatan

Membedakan 2 Jenis Batuk, Alergi atau Infeksi?

Reaksi batuk berfungsi untuk melindungi saluran napas dari benda asing atau kuman, seperti bakteri, virus, debu, atau bulu hewan.

Featured-Image
Cara membedakan batuk karena alergi atau infeksi. Foto: Ciputra.

apahabar.com, JAKARTA – Batuk adalah cara tubuh bereaksi ketika tenggorokan atau saluran napas mengalami peradangan, baik akibat alergi maupun infeksi.

Reaksi tersebut berfungsi untuk melindungi saluran napas dari benda asing atau kuman, seperti bakteri, virus, debu, atau bulu hewan.

Batuk yang disebabkan alergi cenderung kering dan terasa gatal atau geli di tenggorokan. Sedangkan batuk akibat pilek biasanya basah, berlendir, atau berdahak.

Batuk Alergi

Gejala batuk alergi, melansir Verywell Health, indikasinya cukup sulit dibedakan dengan kondisi lain. Contohnya dengan kondisi asma dan infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Kebanyakan batuk jenis ini karena cenderung kering yang tidak mengeluarkan lendir atau dahak. Bahkan dapat menyebabkan gatal di bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini terkadang juga berbarengan dengan hidung tersumbat, bersin, kelelahan, dan sakit kepala. 

Namun, di tahap yang parah, batuk alergi disertai sesak napas. Bahkan tak jarang pula gatal atau ruam, pingsan, hingga diare parah. Penderita batuk alergi juga bisa merasa mual atau muntah, detak jantung cepat atau tidak teratur. Pembengkakan di wajah, leher, atau tenggorokan.

Jika mengalami tahapan itu disarankan segera menemui dokter untuk mendapat penanganan. Sebab, gejala tersebut tanda anafilaksi atau alergi parah, reaksi syok yang bisa berakibat membahayakan keselamatan.

Penyebab Batuk ALergi

Batuk alergi disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh terhadap zat pemicu alergi atau alergen, misalnya debu, jamur, serbuk sari, bulu atau kotoran hewan, asap rokok, dan polusi udara. Jenis batuk ini tidak menular dan gejalanya bisa berlangsung hingga berbulan-bulan

Saat terkena alergen, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan zat yang disebut imunoglobulin E (IgE). Zat ini memicu reaksi sel mast dan basofil yang membuka dan melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah kecil melebar dan mengeluarkan cairan ke jaringan di sekitarnya. Kondisi itu memicu reaksi pada sistem pernapasan atas, bawah, atau keduanya.

 

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya