Info Unik

Mengapa Air Laut Terasa Asin? Ini 3 Penyebabnya

Mengapa semua air laut di belahan dunia mana pun terasa asin? Ternyata, rasa asin dari air laut dikarenakan adanya kandungan garam

Featured-Image
Kandungan garam membuat air laut terasa asin (Foto: dok. Earthworm Express)

apahabar.com, JAKARTA - Ketika tak sengaja mengecap air laut, sadarkah Anda bahwa itu terasa asin? Barangkali Anda pun bakal bertanya-tanya, mengapa semua air laut di belahan dunia mana pun terasa asin?

Ternyata, rasa asin dari air laut dikarenakan adanya kandungan garam dengan tingkat salinitas sekitar 3,5 persen. Tak semua laut memiliki tingkat salinitas yang sama. Beberapa di antaranya ada yang memiliki kandungan garam lebih sedikit, atau bahkan lebih banyak dari 3,5 persen.

Laut Mati, misalnya, memiliki kadar garam mencapai 33 persen. Tingginya tingkat salinitas inilah yang membuat ikan dan tumbuhan mustahil mampu bertahan hidup, sehingga hanya menyisakan bakteri dan jamur mikrobial. 

Berbanding terbalik dengan Laut Mati, sisi timur Teluk Finlandia dan utara Teluk Bothania memiliki tingkat salinitas rendah, di mana hanya berkisar 0,7 sampai 0,8 persen. Sebab itu, kedua bagian dari Laut Baltik ini menjadi air laut paling tawar.

Terlepas dari besaran tingkat salinitas yang beragam, penyebab rasa asin dari air laut itu sendiri sejatinya seragam. Terdapat tiga faktor yang membuat air laut mengandung garam, antara lain: 

1. Kandungan Mineral

Kandungan mineral yang terdapat dalam bebatuan dan tanah di daratan menjadi salah satu penyebab air laut terasa asin. Mineral tersebut, antara lain natrium, kalium, kalsium, dan sebagainya. 

Proses terbawanya kandungan mineral di daratan sampai ke perairan bermula ketika karbon dioksida dalam udara menyatu dengan air hujan. Ini membuat air hujan menjadi sedikit asam.

Air asam itu memecah mineral pada batu-batuan di darat, termasuk di daerah sekitar sungai. Ketika air sungai dari daratan mengalir ke lautan, mineral itu ikut terbawa.

Hal ini telah berlangsung dalam waktu sangat lama, bahkan bisa mencapai jutaan tahun. Untuk itu, mineralnya terus menumpuk dan menyebabkan laut menjadi asin.

2. Cairan Hidrotermal

Sumber garam pada air laut juga disebabkan oleh adanya aliran hidrotermal yang berasal dari ventilasi di dasar laut. Air laut dalam retakan di dasar laut meresap melalui ventilasi ini, lalu dipanaskan oleh magma dari inti Bumi. 

Panas tersebut menyebabkan reaksi kimia karena air akan melepaskan magnesium, sulfat, dan oksigen. Air laut dikeluarkan kembali dari retakan sehingga mengalirkan mineral ke laut.

Proses ini terjadi berulang-ulang, sehingga penumpukan mineral dari proses ini menimbulkan kandungan garam pada air laut. Letusan gunung berapi bawah laut juga dapat melontarkan sejumlah mineral yang membuat air laut jadi semakin asin.

3. Pengaruh suhu

Suhu yang berbeda-beda di tiap wilayah juga mempengaruhi kadar garam dalam air laut. Di daerah berudara panas, penguapan air laut akan sangat tinggi sehingga air laut terasa lebih asin. Sebaliknya, di daerah yang dingin, tidak banyak terjadi penguapan, sehingga air laut kurang asin.

Itulah tiga hal yang menyebabkan air laut terasa asin. Semoga bermanfaat!

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya