Banjarmasin Hits

Perang Iran dan Israel-AS Memanas, Kondisi Pelajar Banjar di Timur Tengah Jadi Atensi

Ketegangan akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat membuat pemerintah daerah ikut waspada. Sebanyak 49 pelajar asal Kabupaten Banjar yang sedang m

Featured-Image
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani. Foto-Ist

apahabar.com, MARTAPURA - Ketegangan akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat membuat pemerintah daerah ikut waspada. Sebanyak 49 pelajar asal Kabupaten Banjar yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah kini terus dipantau kondisinya.

Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar memastikan terus memantau kondisi puluhan pelajar daerah yang sedang belajar di Timur Tengah menyusul memanasnya konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani, mengatakan langkah pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap para pelajar.

Menurutnya, saat ini terdapat 49 pelajar asal Kabupaten Banjar yang mendapat beasiswa dari pemerintah daerah sejak 2023 dan sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah, terutama di Mesir dan Yaman.

“Dengan perkembangan situasi di Timur Tengah yang cukup mencekam, kami berharap kondisi anak didik kita terus dipantau. Mereka adalah penerima beasiswa dari Pemkab Banjar dan merupakan harapan daerah ke depan,” ujar Sarwani, Selasa (10/3).

Anggota Komisi III DPRD Kalsel ini menjelaskan, selain pelajar penerima beasiswa pemerintah daerah, terdapat pula mahasiswa asal Banjar yang menempuh pendidikan secara mandiri di kawasan tersebut.

Karena itu, Dewan Pendidikan mendorong pembentukan tim terpadu sebagai satu pintu informasi untuk memantau perkembangan para pelajar, termasuk menjalin komunikasi dengan pihak kedutaan besar Indonesia di negara setempat.

“Apapun kondisinya, mereka adalah harapan besar daerah. Setelah lulus nanti diharapkan bisa kembali dan mengabdikan diri untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Banjar,” katanya.

Meski demikian, Sarwani menyebut laporan sementara yang diterima dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Banjar menunjukkan seluruh pelajar dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah kabar sementara mereka baik-baik saja. Namun karena situasi kawasan yang tidak menentu, tentu perlu langkah antisipasi dan pemantauan lebih lanjut,” jelasnya.

Diketahui, pelajar penerima insentif pendidikan Timur Tengah dari Kabupaten Banjar tersebar di sejumlah negara, di antaranya Mesir dan Yaman. Pada 2023 terdapat 9 pelajar di Yaman dan 3 di Mesir, tahun 2024 sebanyak 16 pelajar di Yaman, serta tahun 2025 sebanyak 4 pelajar di Yaman dan 14 di Mesir.

Editor


Komentar
Banner
Banner