630585e5e0680b3624035552-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
Banner
Riwayat Gempa

Riwayat Gempa Dahsyat di Jakarta akibat Sesar Baribis, Berpotensi Terulang?

Gempa yang melanda Cianjur pada Senin (21/11) membuat penduduk di Pulau Jawa harap-harap cemas. Tak sedikit yang mempertanyakan bagaimana potensi gempa Jakarta

Featured-Image
Ilustrasi Sesar Baribis yang berpotensi mengguncang Jakarta. Foto: dok. WahanaNews.

apahabar.com, JAKARTA - Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang melanda Cianjur pada Senin (21/11) agaknya membuat penduduk di Pulau Jawa harap-harap cemas. Khususnya warga ibu kota, tak sedikit yang mempertanyakan bagaimana potensi gempa Jakarta.

Terkait hal tersebut, sejumlah pakar sejatinya telah menjelaskan melalui sebuah penelitian, jauh sebelum bencana kemarin mengguncang Cianjur. Lantas, seperti apa prediksi mereka? Berikut ulasannya:

Lingkaran Sesar di Pulau Jawa

Sehari selepas kejadian memilukan yang menimpa Cianjur, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, mengungkapkan bahwa guncangan tersebut disebabkan pergeseran Sesar Cimandiri.

“Menurut beberapa data yang didapatkan saat ini serta melihat gempa susulan dan kerusakan yang terjadi, penyebab gempa ini adalah Sesar Cimandiri yang membujur dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang,” bebernya, dikutip dari keterangan Humas ITB, Kamis (24/11).

Irwan mengeklaim hal itu sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Dia mengatakan Sesar Cimandiri termasuk sumber gempa yang independen dan tidak dipengaruhi oleh gempa-gempa sebelumnya.

“Sehingga, terdapat potensi gempa yang signifikan terjadi di masa depan,” ungkap Irwan.

Senada dengan itu, Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Sri Widiyantoro, dalam penelitian Implications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic gaps south of Java Indonesia (2020) pun memprediksi potensi serupa.

Widiyantoro beserta timnya menyatakan bukan cuma Sesar Cimandiri saja yang berpotensi menimbulkan gempa, tetapi juga Sesar Lembang dan Sesar Baribis. Menurut penelitiannya, Sesar Baribis inilah yang menyimpan potensi gempa bagi Jakarta.

Sesar Baribis dan Potensi Gempa Jakarta

Sesar Baribis merupakan jalur patahan yang berjarak hanya sekitar 25 kilometer di selatan Jakarta. Lebih tepatnya, terletak di bagian utara Pulau Jawa, membentang dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.

Studi menyebut bagian barat patahan tersebut dalam kondisi terkunci. Kendati begitu, Sesar Baribis tetap tergolong sebagai sesar aktif, yang notabene dapat memicu terjadinya aktivitas gempa di daerah Jakarta dan sekitarnya.

BMKG pun telah mengonfirmasi keaktifan Sesar Baribis yang demikian. “Keaktifan sesar ini didukung hasil monitoring peralatan sensor seismografi BMKG, di mana terdapat aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar," ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dilansir dari Antara.

Dia mengatakan keberadaan jalur sesar aktif itu membuat Jakarta berpotensi dilanda gempa, meski dalam magnitudo kecil antara 2,3 sampai 3,1. Tetap saja, berdasarkan catatan BMKG, aktivitas gempa kerak dangkal akibat sesar aktif berkekuatan kecil bisa memicu kerusakan.

Riwayat Gempa Jakarta terkait Sesar Baribis

Sementara itu, bila kembali merujuk pada penelitian Widiyanto dkk, tak menutup kemungkinan pula Sesar Baribis mengakibatkan gempa besar. Hal itu bisa terjadi manakala energi regangan yang terakumulasi, akhirnya dilepaskan.

Bukan omong kosong belaka, potensi ‘mengerikan’ yang demikian sudah terjadi betulan di akhir abad ke-16 silam. Tepatnya tertanggal 5 Januari 1699, Jakarta dilanda gempa berkekuatan 8,0 magnitudo akibat pergerakan Sesar Baribis.

Gempa berkekuatan 7,0 magnitudo pun kembali melanda Jakarta pada 22 Januari 1780. Lagi-lagi, guncangan dahsyat itu ada kaitannya dengan Sesar Baribis. 

Terakhir, patahan aktif tersebut menimbulkan gempa di sekitar wilayah Jakarta, tepatnya di Cirebon, pada 16 November 1847.

Editor
Komentar

Trending Posts

Lainnya
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552
6306d488884dfd428a07e302-630585e5e0680b3624035552