apahabar.com, BANJARMASIN – SAMPAH Sungai Martapura tak hanya membuat gerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Komunitas Kelotok Wisata pun merasa terganggu. Untuk itu lah mereka melakukan gerakan nyata membersihkan sampah di Sungai Martapura yang terus menumpuk.
Kegiatan sosial itu pun memacu semangat para acil pedagang di Pasar Terapung untuk berpartisipasi.
Pantauan apahabar.com, sejak pukul 17.30 wita Komunitas Kelotok Wisata dan acil Pasar Terapung didampingi Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin bahu membahu membersihkan ilung dan tumpukan sampah yang menumpuk di Sungai Martapura, tepatnya di bawah Jembatan Antasari, Senin (10/12). Sedikit demi sedikit tumpukan sampah pun mulai terurai.
Baca Juga :Penanganan Ilung Belum Maksimal
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarmasin, Mokhamad Khuzaimi mengemukakan, sungai merupakan salah satu jalur transportasi utama di Kota Banjarmasin yang hingga kini masih digunakan sebagian masyarakat.
"Jika ini dibiarkan, kasihan para acil-acil yang menggunakan perahu kecil tidak bisa pulang ke Lok Baintan usai menggelar dagangan di Pasar Terapung. Belum lagi masalah pariwisata susur sungai yang pastinya bakalan tersendat jika sampah terus menumpuk," beber Khuzaimi.
Menurutnya, mengurai sampah yang menumpuk ini dengan menggunakan kapal sapu-sapu dirasa kurang efektif. Disamping jumlah sampah yang melebihi 500 ton, kapal dari dinas PUPR tersebut juga kurang maksimal.
"Jika tidak seperti ini mas, sampai kapan pun sampah ini akan tetap berada disini. Hanya ini cara satu-satu agar bisa mengurai sampah ini," ujar Mokhamad Khuzaimi.
Berkas aksi itu, sampah yang menumpuk di sungai mulai terurai. Satu kelotok yang dikerahkan Dinas Pariwisata tampaknya sangat efektif dalam mengurai ratusan ton sampah tersebut.
Baca Juga :Tumpukan Sampah di Sungai Martapura, Pengemudi Perahu Siap Turun Tangan
Penulis : Eddy Andriyanto
Editor : Syarif








