apahabar.com, BANJARMASIN – Penyeberangan di Dermaga Alalak masih menjadi primadona warga saat arus balik Lebaran.
Lonjakan penumpang pun tak terhindarkan, bahkan jumlahnya tercatat melonjak hingga lebih dari tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Petugas Dermaga Alalak, Syahrudi, mengungkapkan peningkatan signifikan terlihat dari ramainya penumpang roda dua hingga pejalan kaki yang menyeberang setiap hari.
“Biasanya penumpang roda dua sekitar 400 sampai 500 orang. Sekarang, penumpang jalan kaki dan kendaraan kurang lebih mencapai 1.700 orang per hari. Ini meningkat dua kali lipat,” ujarnya.
Menghadapi lonjakan tersebut, operasional penyeberangan kini diperkuat dengan tiga unit kapal setiap hari. Meski demikian, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama dengan pembatasan jumlah penumpang di setiap perjalanan.
“Untuk situasi di lapangan, kita batasi penumpang sesuai kapasitas, maksimal 55 orang. Jadi tetap aman dan tertib,” jelasnya.
Tak hanya itu, penyesuaian juga dilakukan pada waktu operasional demi memperlancar arus penyeberangan. Jika sebelumnya perjalanan memakan waktu 15 hingga 20 menit, kini durasinya berhasil dipangkas.
“Ada perubahan pengaturan jalur supaya lebih cepat. Sekarang waktunya tidak sampai itu, karena penumpang dari kedua sisi cukup ramai, jadi pergerakan kapal juga dipercepat,” tambah Syahrudi.
Sementara itu, salah seorang warga, Harniah, mengaku memanfaatkan penyeberangan tersebut usai bersilaturahmi di momen Lebaran. Ia pulang dari rumah sang kakak di kawasan Mantuil menuju Tamban.
“Kadang naik kapal penyeberangan, kadang lewat jalur darat Jembatan Barito,” ujarnya.








